bener koran TAHUN INVESTASI ok (1) - Copy banner-kpu
ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Alex Keluhkan Dinkes Terkait Penanggulangan Penyakit DBD

Bagikan Artikel Ini:

DBD

ARUSUTARA.COM, BOLMONG – Alex Umboh, warga Mogoyunggung Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), mengeluhkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang belakangan menyerang warga setempat.

Kepada ARUS UTARA, Alex menuturkan, saat ini sudah ada 20 warga Mogoyunggung bertumbangan jadi pasien rawat inap di Rumah Sakit akibat penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ini.

“Baru dua bulan belakangan, sudah ada 20 warga  terserang penyakit DBD.  Semuanya masuk rumah sakit dan dirawat inap,” ungkap Alex.

Ia lantas mengaku kecewa dengan lambatnya perhatian pemerintah melalui instansi terkait, dalam hal ini Dinas Kesehatan Bolmong.

Alex mengaku, ia sudah melapor ke kepala dusun setempat dengan harapan, informasi itu akan dilanjutkan ke pemerintah di tingkatan lebih atas lagi.  Dan sesuai informasi yang ia dapatkan, laporan itu sudah disampaikan ke Dinas Kesehatan Bolmong, namun sampai saat ini, kata Alex, belum ada tindakan.

“Saya sudah menyampaikan ini ke pemerintah desa, lalu katanya sudah disampaikan lagi ke pemerintah daerah yakni ke dinas kesehatan, tapi  hingga saat ini tidak ada yang datang,” keluh Alex.

“Apa harus tunggu ada yang meninggal baru pemerintah mau bertindak? Ini bukan penyakit biasa, tapi sangat berbahaya,” semburnya dengan nada kesal. Menurut Alex, sebaiknya Dinkes turun melakukan foging atau pengapasan di kampungnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Bolmong, drg.Rudiawan mengatakan, pada saat menerima laporan pihaknya langsung melakukan pemantauan dan mencari data yang terkena DBD.

“Sudah ada tim yang turun, bahkan saat ini sementara melakukan aktivitas foging,” ungkapnya kepada awak ARUS UTARA, Kamis 23 Juni 2016.

Ditambahkan Rudiawan,  untuk menjaga efektivitas dalam melakukan foging, Dinkes menurunkan 6 alat, sehingga masalah cepat teratasi.

Meski demikian, kata dr.Rudiawan, masyarakat seharusnya juga menjaga pola hidup sehat. Salah satunya adalah melakukan pencegahan berkembangnya penyakit yang disebabkan nyamuk ini. “Mencegah datangnya penyakit itu lebih baik ketimbang mengobati,” kata Rudiawan.

Pencegahan, kata Rudiawan, dapat dilakukan dengan cara, masyarakat rajin menguras tempat penampungan air, atau wadah itu ditutup rapat. Air yang tergenang, lanjut dia,  merupakan tempat potensial bagi nyamuk untuk berkembang biak. Saluran air yang tersumbat, juga demikian. Ikut menyumbang potensi perkembangbiakan nyamuk.

Rudiawan juga menjelaskan, DBD disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegepty yang terinfeksi dengan salah satu virus dengue.  Menurutnya,  beberapa tempat yang sering menjadi sarang nyamuk DBD adalah: genangan air, parit atau selokan dengan air yang menggenang, air tidak mengalir, Sampah plastik atau benda-benda yang bisa menampung air, kain  kotor atau kain yang sudah tidak berguna lagi. (Yudi.P)
Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *