ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Pentas Sastra Buka Puisi di Taman Kota

Bagikan Artikel Ini:

Buka Puisi

ARUSUTARA.COM KOTAMOBAGU –  Kamis 30 Juni 2016, Taman Kota yang terletak di pusat kota Kotamobagu, atau di simpang empat Kampus UDK, disulap anak-anak muda dari civitas Kerukunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow Cabang Makassar (KPMIBM Makassar), menjadi pentas sastra.

Berbekal kertas berwarna-warni yang ditambatkan bergelantungan di benang yang sengaja dibuat saling bersilang di atas taman, nuansa kreatif nampak begitu hidup. Sekilas wajah taman kota nampak seperti arena pertemuan para Gypsi dengan hiasan lampion, tenda yang biasa dipakai camping, rak berbentuk kotak-kotak tempat bertumpuknya buku-buku lawas, kain berukuran 2 x 2 yang digelar di atas ubin lengkap dengan bantal untuk para tetamu, serta seperangkat alat musik akustik dan sound sistem, membuat pentas sastra bertajuk Buka Puisi dengan mengambil tema Dekorasi Piknik besutan KPMIBM Makassar, benar-benar menjadi arena menarik, bagi para pecinta sastra.

“Momennya pas bulan puasa,  jadi tajuk acara ini kami sebut buka puisi. Temanya adalah dekorasi piknik. Oleh sebab itu arena pentas didekorasi seperti kita sedang berpiknik di sebuah taman. Selain itu kami menyediakan buku-buku untuk dibaca,” kata Viny Mamonto, salah satu penggagas acara Buka Puisi, jebolan KPMIBM Makassar.

Vini sendiri diketahui adalah vokalis Ruang Baca. Sebuah band indie berbasis di Makassar. Ruang Baca merupakan pula  music project komunitas literasi Kata Kerja di Kota Makassar. Komunitas ini cukup tenar. Inisiatornya adalah M.Aan Mansyur, penyair asal Kota Makassar yang puisi-puisinya dibacakan Rangga dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2.

Pentas Sastra Buka Puisi, diselenggarakan pula ketika Vini dan teman-temannya KPMIBM Makassar mudik ke Kotamobagu. Begitupun anak-anak KPMIBM Jogjakarta, dan anggota HMI Manado asal Bolaang Mongondow Raya, yang pulang kampung.

Sementara itu Jamal Rahman Iroth, salah seorang penyair Sulut, turut berkesempatan hadir membawakan 3 puisinya. Jamal mengatakan, apa yang digelar KPMIBM Cabang Makassar dan komunitas lokal pecinta sastra, merupakan sebuah terobosan yang sebenarnya sudah dinanti-nantikan, terutama kalangan pecinta sastra di Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Raya.

“Kemarin saya juga baru tampil di pentas sastra 2016, di Manado. Sengaja ke sini, sebab puisi sudah mengalir di darah saya. Jadi pasti terpanggil,” terang penyair  asal Manado ini. Karya-karyanya sudah dibukukan lewat ontologi puisi. Kendati demikian, ia suka menyebut dirinya sebagai penyair jalanan.

“Di darah saya mengalir puisi. Jadi ketika mengetahui dari kawan-kawan lewat status di medsos, rasanya sulit jika menolak hadir, berbaur, dan melakukan pentas bersama,” kata Jamal mengaku senang dengan acara yang digelar.

Disampaikan Jamal, acara tersebut ikut mendapat apresiasi dari Iverdixon Tinungki, penyair ternama asal Manado. Ia bahkan menitipkan satu puisi untuk dibacakan.

“Puisi berjudul Anak Bilalang, khusus dipersembahkannya untuk acara kali ini,” kata Jamal, kemudian tampil mementaskan puisi kiriman Tinungki  via facebook ketika acara sedang berlangsung.

Jamal

Selanjutnya Uwin Mokodongan dan Kristianto Galuwo, dua penyair lokal dari RPM, turut tampil mementaskan puisi. Keduanya mengaku bangga dengan acara yang digelar tersebut.

“Ruang publik di Kotamobagu, seperti taman kota, belakangan sering menjadi sasaran razia aparat. Maka jangan heran jika banyak ruang publik ditinggal orang-orang meski sekadar nongkrong.  Lewat pentas sastra ini, ini sebenarnya sebuah momen komunikasi yang menyatakan bahwa, biarkanlah ruang publik ini menjadi ajang dan wadah kreativitas generasi muda tanpa harus selalu memandang sisi negatifnya,” tambah Mokodongan.  

“Jujur, pentas puisi jarang digelar di Kotamobagu. Memang baru beberapa kali belakangan ini dilakukan. Terakhir waktu acara malam puisi di kopi korot yang kami gelar sebagai peringatan atas wafatnya Chairil Anwar, bulan April kemarin,” ujar Uwin.

Tak hanya kalangan penyair, civitas KPMIBM Makassar tak ketinggalan tampil mementaskan puisi. Di antaranya bahkan dibawakan secara musikalisasi. Begitupun civitas KPMIBM Cabang Jogjakarta, yang turut memeriahkan pentas sastra tersebut. Selain itu kalangan remaja Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Raya, yang sempat hadir di arena acara, turut pula ambil bagian. Selain mementaskan puisi, mereka juga memainkan musik akustik membawakan lagu kesayangan masing-masing.

Acara Buka Puisi ini dimulai usai sholat azhar, dirangkaikan dengan buka puasa bersama. Selanjutnya dilakukan break untuk sholat terawih, kemudian dilanjutkan kembali hingga tengah malam.

Acara dimulai pukul 3 sore dirangkaikan dengan buka puisi. Setelah break sholat tarwih, acara dilanjutkan kembali hingga tengah malam.

Ketua KPMIBM Makassar, Rifai Ramli,  menyampaikan gelaran acara semacam pentas sastra, bisa memanfaatkan ruang-ruang publik.

“Taman Kota Kotamobagu ini sudah lama terlantar. Karena itu kami ingin merebut kembali ruang publik. Kembalikan kepada kami anak-anak muda, agar segala kreatifitas bisa kami tumpah-ruahkan di sini,” katanya penuh semangat.

Ketua panitia Buka Puisi, Widi M, kepada media menyampaikan rasa bangganya dengan animo yang diberikan kalangan pecinta sastra di Kotamobagu. Kepada sejumlah pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara tersebut hingga berakhir sukses, turut pula diapresiasi olehnya. Ia bahkan berharap ke depan nanti, akan ada acara serupa yang akan dilaksanakan. (Sigi)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *