ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Tien : Paling Lambat 7 Hari Sebelum Hari Raya, Karyawan Wajib Terima THR

Bagikan Artikel Ini:

12sekertaris-dinas-sosial-suhartien-tegela

ARUSUTARA.COM KOTAMONBAGU —  Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kotamobagu menghimbau kepada seluruh perusahaan yang beroperasi di Kotamobagu, agar  membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada setiap karyawannya.

Dikatakan Suhartien Tegela, himbauan tersebut sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016, tentang pembayaran THR keagamaan bagi pekerja, buruh atau karyawan di perusahaan paling lambat H-7 jelang lebaran, atau H-7 pada Hari raya Keagamaan.

Lebih lanjut ditegaskan, aturan tersebut diperkuat melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan secara resmi menggantikan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER.04/MEN/1994 tentang THR keagamaan bagi pekerja di perusahaan.

“Dalam aturan itu, khususnya di Pasal 2 Ayat (1) Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 meskipun pekerja, buruh, dan karyawan baru bekerja sebulan tetap berhak mendapatkan THR. Namun, besarannya dihitung secara proporsional sesuai masa kerja,” kata Sekretaris Dinsosnaker Kotamobagu Suhartien Tegela.

“Meski baru bekerja  satu bulan, tetap berhak mendapat THR. Ini aturan,” tandasnya.

Tien menjelaskan, peran atau fungsi serta risiko yang dimiliki tiap pekerja, buruh atau karyawan dengan masa kerja satu bulan ataupun lebih, sama saja. Sebab sama-sama memberikan kontribusi kepada perusahaan.

Dikatakan Tien, saat ini pihaknya sudah membuka Pos Pengaduan THR, di Kantor Dinsosnaker Kotamobagu. “Jika perusahaan tak bayar THR sesuai dengan kesepakatan, maka kita akan berikan sanksi berupa denda serta sanksi admisnistratif. Sanksi itu kita berikan terhadap pengusaha dan perusahaan yang melakukan pelanggaran,” tegasnya. (Uphink)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *