bener koran TAHUN INVESTASI ok (1) - Copy banner-kpu
ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Korban Kebakaran di Bongkudai Meninggal Dunia

Bagikan Artikel Ini:

rumah duka korban kebakaran

ARUSUTARA.COM, BOLTIM – Sam Mamonto (67) korban dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di Desa Bongkudai Kecamatan Modayag Barat, Senin 22 Agustus 2016, tadi malam, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya,  Senin 23 Agustus 2016, pagi tadi, kira-kira pukul 05:00 WITA.

Tadi malam, korban sempat mendapat perawatan tim medis RSUD Datoe Binangkang Kotamobagu, saat dibawa pihak keluarga ke Unit Gawat Daurat RSUD Datoe Binangkang setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

Beberapa saat mendapat pertolongan medis, pihak RSUD Datoe Binangkang akhirnya memutuskan untuk merujuk korban ke RSU Prof Kandou di Manado, karena kondisi korban yang butuh penanganan lebih serius akibat luka bakar yang dialami korban mencapai 45 persen dan butuh perawatan lebih intensif dan memadai.

Namun nasib berkata lain. Setibanya di RSU Prof Kandow, korban yang biasa disapa Tete Andi ini menghembuskan nafas terakhirnya.

Jenazah Tete Andi tiba di Desa Bongkudai, kira-kira pukul 09:00 WITA, Selasa 23 Agustus 2016. Masyarakat setempat dan pihak keluarga menjemput kedatangan jenasah di rumah anaknya, dipenuhi isak tangis dan suasana duka mendalam.

Korban dimakamkan pukul 11:30 WITA. Bupati Boltim Sehan Lanjar bersama beberapa pejabat, Ketua DPRD Boltim Marsaole Mamonto dan Anggota DPRD Boltim, turut hadir di rumah duka.

Peristiwa kebakaran

Peristiwa kebakaran yang merengut 1 korban jiwa ini, terjadi, Senin 22 Agustus 2016, tadi malam kira-kira pukul 20:30 WITA, di Desa Bongkudai Induk Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

rumah kebakaran

Informasi yang berhasil dirangkum awak ARUS UTARAdari berbagai sumber menyebutkan, ada 3 rumah yang terbakar, yakni rumah Rita Lamusu yang diketahui adalah Anggota DPRD Sulut, rumah keluarga Ketua DPRD Boltim, Marsaoleh Mamonto, dan rumah milik Sam Mamonto orang tua dari Rita Lamusu.

Penyebab pastinya belum diketahui. Namun api mula-mula berasal dari rumah milik korban meninggal, Sam Mamonto (67) alias Tete Andi, kemudian menjangkiti rumah lainnya. Sumber dari warga setempat yang menyaksikan langsung kebakaran tersebut menyebutkan, diduga kuat terjadi crooslighting di rumah Tete Andi, lalu api cepat menjalar karena di 3 rumah yang terbakar itu terdapat tabung gas Elpiji sehingga kemungkinan meledak dan menimbulkan kobaran api yang cepat membesar dan sulit dikendalikan.

Vikrom Mamonto (26), keponakan dari korban, kepada awak ARUS UTARA menuturkan, pamannya sedang berada di dalam kamar mandi saat peristiwa kebakaran terjadi. Api cepat membesar dan menjangkiti rumah milik Rita Lamusu dan orang tua dari Marsaoleh Mamonto.

“Tapi paman saya tidak tahu muasal api dari mana. Tiba-tiba saja rumah sudah terbakar dan paman saya terjebak dalam kamar mandi,” tutur Vikrom.

Diceritakan Vikrom, proses evakuasi terhadap pamannya, memakan waktu kira-kira 30 menit, karena api sudah membesar dan warga takut masuk ke dalam rumah menuju kamar mandi dimana pamannya minta tolong.

Bala bantuan untuk memadamkan api supaya dapat segera dijinakan, datang dari Polres Bolmong yang bergerak ke lokasi menggunakan mobil watter cannon. Kerjasama antara Polres Bolmong dan warga setempat, membuat kobaran api pelan-pelan bisa dijinakan. (Yudi)

BERITA TERKAIT : 3 Rumah Terbakar, Sam Mamonto Berhasil Dievakuasi

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *