bener koran TAHUN INVESTASI ok (1) - Copy banner-kpu
ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Dinas PU : Kami Minta Maaf Kepada FKH

Bagikan Artikel Ini:

Hendritis Saleh kadis PU Kota Gorontalo

ARUSUTARA.COM, GORONTALO – Kepala Dinas PU Pemerintah Kota Gorontalo, Hendritis Saleh, menanggapi protes yang disampaikan Rully Lamusu dari Komunitas Selokan dan Rahman Doko Ketua Forum Komunitas Hijau,  terkait keputusan melakukan penebangan pohon peneduh jalan oleh Dinas PU Kota Gorontalo dan pihak ketiga (kontraktor).

“Untuk masalah ini (penebangan pohon) memang Dinas PU melalui Bidang Bina Marga ada program pelebaran jalan. Ada 16 ruas jalan di Kota Gorontalo yang akan dilebarkan. Termasuk Jalan Otanaha dalam rangka mendukung program pariwisata,” kata Hendritis Saleh via ponsel, Sabtu 03 September 2016, kepada awak ARUSUTARA.COM.

Jalan Rambutan dan Beringin, lanjut Hendritis, masuk dalam daftar 16 ruas jalan yang akan dilebarkan. Termasuk Jalan Otanaha yang dikatakannya mengalami pelebaran 25 meter.

“Pelebaran jalan Otanha bahkan mencapai 25 meter. Ini semata-mata untuk mendukung program pariwisata. Tim kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk bisa menghindari penebangan pohon. Saya juga sudah mengingatkan agar berhati-hati terhadap pohon di tepi jalan,” katanya.

Untuk pelebaran di Jalan Otanaha, lanjut Hendritis, pihaknya bahkan mensiasati dengan membuatkan 2 jalur. Itupun menurutnya sudah tidak dibuat lurus karena harus mensiasati keberadaan pohon. Meski demikian, ia juga mengatakan kalau pihaknya kesulitan di lapangan jika tidak melakukan penebangan pohon.

“Kami sudah sangat selektif dan berusaha untuk tidak melakukan penebangan pohon. Tapi memang untuk proyek pelebaran jalan ini, harus saya akui jujur bahwa kami kesulitan jika tidak melakukan penebangan beberapa pohon,” tuturnya.

Hendritis juga mengatakan bahwa pihaknya juga masuk Tim Piala Adipura dan tetap berusaha mempertahankan predikat yang pernah diperoleh Kota Gorontalo.

“Kami juga termasuk tim Adipura, dan memang kami punya niatan untuk mempertahankan Piala Adipura hingga di tahun-tahun mendatang. Tetapi terkait perlebaran jalan ini, memang ada pohon yang tak bisa kami hindari sehingga akhirnya ditebang,” terangnya.

“Kami dari PU minta maaf, tapi pada hakekatnya tak ada niatan sama sekali dari kami untuk merusak lingkungan,” tambahnya.

Hendritis menjelaskan,  untuk Jalan Rambutan dan Jalan Beringin sebagaimana yang diributkan, dari  200 pohon yang ada, hanya ada 36 pohon ini yang terpaksa dikeluarkan alias ditebang. “Dari 36 pohon yang dikeluarkan itu, 18 pohon memang sudah mati,” ujarnya.

Dari 200 pohon itu, lanjut Hendritis, banyak dari jenis Jati Putih. “Nah, yang jati putih ini memang dari pihak kementerian sudah tidak direkomendasikan lagi untuk ditanam ditepi jalan karena jenis ini merusak konstruksi badan jalan, termasuk drainase,” katanya. Hal ini, menurut Hendritis, jika dibiarkan maka akan menganggu pengguna jalan. Selain itu badan jalan juga akan rusak seiring pertumbuhannya karena jenis akarnya yang besar dan merambat kemana-mana. “Jati putih juga dikeluhkan masyarakat karena merusak badan jalan dan drainase. Bahkan banyak yang dikeluarkan sendiri oleh masyarakat setempat,” bebernya.

Namun demikian, ia juga mengakui bahwa ada koordinasi yang kurang. Terutama dengan Forum Komunitas Hijau. “Kalau dengan pihak Kelurahan dan Kecamatan, tim di lapangan memang sudah berkoordinasi dan sudah oke. tapi kebetulan saat itu dilakukan, saya sedang berada di luar. Ternyata ada yang luput dari tim di lapangan, yakni teman-teman di KPA (Komunitas Pecinta Alam) dan FKH (Forum Komunitas Hijau),” kata Hendritis mengakui.

“Olehnya saya baik secara pribadi maupun mewakili instansi, minta maaf sama teman-teman di KPA dan FKH. Saya memang sedang di luar kota dan tim di lapangan sudah terlanjur melakukan penebangan,” imbuhnya.

Hendritis juga menyampaikan kalau pihaknya akan segera melakukan dialog dengan semua stakeholder termasuk dengan FKH untuk membicarakan hal tersebut, dan mencarikan solusi yang tepat sehingga semua program jalan bersama, baik itu program pembangunan bidang infrastruktur maupun lingkungan hidup.

“FKH memang selama ini sudah ikut membantu pemerontah kota terkait persoalan lingkungan. Saya minta maaf kepada mereka. Dan akan segera mengajak teman-teman FKH untuk duduk bersama membahas persoalan ini untuk mencari solusi terbaik,” ujar Hendirits.

Ia juga mengakui kalau memang sempat dilematis karena di satu sisi pihaknya dikejar deadline terkait proyek pembangunan infrastruktur, soal penghijauan kota, dan penyerapan anggaran sebab proyek pembangunan tersebut, yakni proyek pelebaran jalan, memakai Dana Alokasi Khusus (DAK) yang merupakan pula perjuangan dari Walikota dan Wakil Walikota Kota Gorontalo.

“Ini juga menyangkut penyerapan dan realisasi penggunaan anggaran. Apalagi sudah mendekati akhir bulan. Jujur kalau kami memang sempat dilematis. Tapi semoga dengan duduk bersama antar stakeholder, persoalan ini dapat selesai,” katanya.

Mengenai penebangan pohon, Hendritis juga mengatakan kalau pohon yang ditebang itu tidak sembarangan ditebang sebab ada kompensasi yang akan diberikan pihaknya bersama kontraktor. (Uwin)

BERITA TERKAIT :

Pohon Ditebang, Forum Komunitas Hijau Mengancam Boikot Program Piala Adipura

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *