ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Peringati Sumpah Pemuda, Ini Tuntutan LMND dan HMI

Bagikan Artikel Ini:

Demo LMND Manado

ARUSUTARA.COM, MANADO – Jumat 28 Oktober 2016, bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan HMI Cabang Manado, menggelar aksi bersama yang mereka mulai di halaman kampus FISIP Unsrat Manado.

Mesak Habari, Ketua LMND Manado, mengatakan, aksi tersebut mereka beri nama Gerakan 28 Oktober. Isu yang diangkat lebih berskala nasional, yang pada pokoknya mengkritisi kebijakan pemerintahan Jokowi-Kalla yang menurut mereka tak berkutik di hadapan modal swasta terutama modal asing.

Mesak mengatakan, visi besar yang dibawa Jokowi-Kalla adalah mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepriadian berdasarkan semangat gotong royong. “Pancasila dan Trisakti adalah jargon yang digembar-gemborkan Jokowi-Kalla, tapi nampaknya hingga saat ini jalan ideologi yang dijanjikan masih jauh panggang dari api dan hanya janji palsu. Pemerintahan Jokowi-Kalla masih tidak berkutik di hadapan modal swasta terutama modal asing,” urai Mesak dalam orasinya.

Para pendemo juga menyentil konflik-konflik agraria yang masih terus terjadi, dimana rakyat selalu diperhadapkan dengan para cukong, militer, aparat keamanan, maupun birokrasi yang korup. Selain itu, mereka juga menyayangkan ketidak-berdayaan pemerintah dalam menghadapi PT Freeport Indonesia yang menurut pendemo tidak patuh terhadap Undang-Undang Nomor 04 Tahun 2009 tentang Minerba. Mereka menjelaskan, dalam pasal 103 ayat 1, jelas disebutkan bahwa operasi produksi perusahaan tambang wajib melakukan pengolahan dan pemurnian (smelter) di dalam negeri. Selanjutnya, sebagaimana termuat dalam pasal 170, disebutkan bahwa batas waktu pembangunan smelter adalah 5 tahun sejak UU Minerba diundangkan. “Dengan kata lain smelter seharusnya sudah dibangun atau sudah ada sejak 2014. Tapi hingga saat ini, Freeport tidak mengindahkan amanat undang-undang tersebut,” kata Mesak.

Setelah dari Kampus FISIP Unsrat Manado, pendemo lantas berarakan menuju simpang tiga Patung Wolter Mongonsidi Bahu menggelar orasi.

Selain menyinggung soal konflik agraria, terdapat 3 tuntutan yang dikoarkan pendemo dalam Gerakan 28 Oktober kepada pemerintahan Jokowi-JK agar; kembali pada jalan Pancasila dan Trisakti, membangun Industri nasional yang berlandaskan Pasal 33 UUD 1945, dan mencabut Kontrak Karya PT.Freeport. (Uwin)

 

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *