bener koran TAHUN INVESTASI ok (1) - Copy banner-kpu
ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Penderita HIV-AIDS di Kotamobagu Berjumlah 64 Orang

Bagikan Artikel Ini:

hiv-aids-1024x646

ARUSUTARA.COM, KOTAMOBAGU –  Hari AIDS sedunia diperingati 1 Desember setiap tahunnya. AIDS sendiri adalah penyakit yang disebabkan virus HIV yang hingga saat ini belum ditemukan obatnya sehingga berdampak pada kematian.

Rukaman Lantong selaku Sekretaris Rumah Sakit Kotamobagu menghimbau, pada momen hari AIDS se-dunia, kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap virus mematikan ini. Salah satu yang perlu dibentengi, menurut Rukaman, adalah peningkatan iman dan takwa agar tidak mudah terpengaruh dengan hubungan seks bebas dan beresiko. “Karena dengan pola seks yang bebas dan beresiko, rentan terjangkit penyakit ini,” katanya.

Ia menjelaskan, virus HIV penyebab AIDS menular lewat hubungan seksual beresiko, yakni gonta-ganti pasangan tanpa pengaman atau tidak menggunakan kondom. “Bagi mereka yang suka melakukan seks bebas, atau sering gonta-ganti pasangan alias berhubungan seks beresiko, sebaiknya membentengi diri dengan cara menggunakan kondom saat berhubungan. Ingat, virus HIV penyebab AIDS ini belum ada obatnya,” urainya.

Selain menjangkiti lewat hubungan seksual tanpa pengaman, virus HIV juga dapat menular ketika ada luka yang terbuka. Penggunaan jarum suntik yang tidak steril bahkan melalui transfusi darah dari si penderita, juga dapat menularkan virus mematikan ini.

Menurut Rukaman, RS Kotamobagu sudah beberapa kali menangani kasus penderita HIV-AIDS. “Namun kami terikat kode etik dan tidak boleh menyebutkan nama penderita,” katanya, Kamis 01 Desember 2016, di ruang kerjanya.

Diterangkannya, penderita AIDS yang ditangani RS Kotamobagu hingga akhir 2016, berjumlah 8 orang penderita. “Dari 8 itu sudah ada 2 orang yang meninggal dunia. Sedangkan sisanya saat ini sudah dirawat di RS Kandow Malalayang Manado,” beber Rukaman.

Dijelaskan Rukaman, kasus penularan HIV-AIDS di Kotamobagu yang ditangani pihaknya, ada yang terjadi karena pasangan seseorang yang keluar daerah, berhubungan seks beresiko alias tanpa pengaman. Dari hubungan itu, ternyata pasangan seksualnya sudah menderita virus HIV. Sekembalinya dari luar daerah, orang tersebut lantas berhubungan seks lagi dengan pasangannya, sehingga terjadilah penularan, termasuk menjangkiti cabang bayi yang di kandung pasangnnya.

Rukaman menghimbau, pasien penderita HIV-AIDS tidak perlu dikucilkan dalam lingkungan masyarakat. “Pasien tidak perlu kita kucilkan, tetapi virusnyalah yang wajib kita hindari, bukan orangnya,” ujarnya.

Diterangkannya pula, meski kita berdekatan bahkan berpelukan dengan si penderita HIV-AIDS, termasuk tinggal seatap dengan pasien, virusnya tidak akan menjangkit selagi kita tidak berhubungan seksual dengan si pasien, atau memakai jarum suntik secara bergantian dengan pasien. Pendek kata, tidak berhubungan seksual dengan si pasien, tidak terbuka luka sehingga terjadi pertukaran darah atau cairan lewat luka termasuk luka sariawan.

Sementara itu Dinas Kesehatan Kotamobagu, melalui Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular, Vonny Kawuwung, membeber, data terkait pasien terjangkit HIV di Kotamobagu, dari Januari hingga Desember 2016, berjumlah 64 orang penderita. Data ini dikumpul sejak tahun 2007 hingga 2016.

Data tersebut, menurut Vonny, hanyalah data kumulatif atau data gelondongan yang sudah terdeteksi, berdasarkan pula data dari Dinkes Propinsi Sulut. “Yang terdata memang ada 64 penderita. Itu yang sudah diketahui atau terdeteksi setelah pasien memeriksa kesehatan,” bebernya. Hal tersebut, menurut Vonny, tidak menutup kemungkinan ada pasien yang di luar sana yang belum terdeteksi atau belum terdata, sebab penderita virus HIV, nampak sehat tak kurang satu apapun. Kecuali ketika sudah memasuki stadium selanjutnya atau dari HIV ke AIDS. Karena penderita AIDS sudah memperlihatkan gejala-gejala yang signifikan.

“Kalau penderita atau yang terjangkit virus HIV, kita tidak bisa mendeteksinya kecuali dengan memeriksakan darahnya. Karena umumnya penderita HIV itu nampak sehat-sehat saja,” beber Vonny.

Pihak Dinkes Kotamobagu sendiri, dikatakan Vonny, terus melakukan sosialisasi pencegahan virus HIV-AIDS sejak beberapa tahun belakangan. Ke depan nanti, pada 2017, Vonny juga mengaku akan terus menggalakan sosialisasi mulai dari sekolah-sekolah untuk menanamkan pengetahuan dan kesadar-tahuan sejak dini tentang bahaya penyakit HIV-AIDS. (Yudi)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *