bener koran TAHUN INVESTASI ok (1) - Copy banner-kpu
ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

4 Hal Yang Bikin Baper di Pilkada

Bagikan Artikel Ini:

Hajatan Pemilu (dari semua tingkatan) mulai dari Pilkades, Pilwako, Pilbup, Pilgub, Pileg, dan Pilpres, memang selalu menyisakan hal-hal yang bikin baper.

Tak usahlah kita menyeret-nyeret puluhan  meme yang alangkah kreatif dan kurang-ajarnya bermunculan di lini massa, terutama usai pencoblosan atau ketika quickcount dirilis. Tapi masalah tapal batas pekarangan antar rumah yang tiba-tiba memanas seperti di jalur Gaza, hubungan family dan pertemanan yang retak, adalah pelajaran betapa Pemilu (atau sebut saja Pilkada karena baru saja diselenggarakan), telah menjadi sengketa 5 tahunan yang melahirkan banyak persoalan.

Tapi demikianlah. Tak ada sistim paling ideal di muka bumi ini kecuali sistim lari bea. Oopss, bagaimana pula itu sistim lari bea? Hm,sudahlah. Kita tidak sedang membahas itu tetapi sedang mengemukakan sedikitnya 4 hal yang bikin baper usai Pilkada.

Apa saja itu? Sebelum saya uraikan sedikit gamblang, marilah kita wahai para pembaca setia ARUS UTARA yang gaul-gaul, agar sepakat untuk tidak tambah baper ketika membaca ini.

Baik, kita mulai.

1. Gagal Balikan dengan Mantan

Alangkah unyu-unyu pedih nan durjananya perasaan ini sehingga batangan coklat yang sedianya akan dijadikan hadiah pada 14 Februari kemarin, atau sehari sebelum pencoblosan, meleleh di bagasi motor metik setelah tahu mantan akhirnya memutuskan rencana rekonsiliasi hubungan alias balikan.

Apa penyebabnya? Yah, apalagi kalau bukan karena mantan yang terus-terusan kena agitasi propaganda timses. Ternyata di balik tugas memenangkan kandidat di Pilkada, ada timses juga yang bertugas memenangkan hatinya. Nah, timses double job inilah yang berhasil memoles pendirian mantan hingga melahirkan satu keputusan bahwa betapa bodohnya balikan sama mantan yang beda pilihan politik. Apalagi perang di medsos semakin gencar dengan suhu 1.000 derajat selsius. 

2. Beda Keimanan Lebih Mending Ketimbang Beda Pilihan

“Kau tahu bahwa kita adalah contoh keluarga terbuka dan liberal. Soal beda iman, papa dan mama tak mempersoalkan itu. Tapi tolong, jangan memilih menantu yang beda pilihan secara politik,” demikian contoh penggalan kalimat dari calon mertua yang membuatmu harus rela menelan pil pahit bahwa; kau tak diterima bukan karena beda keyakinan dalam memilih Tuhan, namun dikarenakan beda pilihan politik alias tak segerbong dengan mertua.

3. Paslon Diusung Partei “Milik” Ayahnya Mantan

Pasangan Calon (Paslon) yang sebenarnya tak kau sukai, adalah Paslon yang diusung partei dimana ketua di daerah tempatmu makan minum ee’ dan segalanya, adalah bokap dari mantanmu.

Lalu apa masalahnya? Nah, apakah kau masih ingat  seperti apa rasa sakit yang kau rasakan ketika  mantan memutuskan hubungan karena memilih berhubungan dengan laki-laki pengurus partei pilihan bapaknya?

Ketika tahapan Pilkada berjalan, kau yang juga sudah menjadi anggota partei pengusung paslon lawan mantanmu, mati-matian berjuang agar paslonmu menang biar mantan dan bapaknya yang ketua partei di daerah pengusung paslon lawanmu, tahu rasa betapa sakitnya dikalahkan dan betapa menyesalnya memutuskan hubungan dengan lelaki macam kau.

Tapi fakta berkata lain ketika akhirnya paslon usungan partei yang ketuanya di daerah adalah bapak dari mantanmu, berhasil menjadi pemenang.

4. Paslon Adalah Sang Mantan

Betapa biadabnya perasaanmu ketika paslon yang sedang tampil di panggung demokrasi perebutan kursi kepala daerah, adalah mantan yang membuatmu gagal move on selama hampir 7 tahun?

Demikianlah pembaca. Jika kalian punya pengalaman yang tak kalah bapernya, sila mengirimkannya di ARUS.

Penulis Uwin Mokodongan

susah senang tetap saudara sepiring sebotol

 

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *