ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Dinkes : Cegah DBD dengan Metode PSN

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, KOTAMOBAGU – Mengantisipasi munculnya penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Kotamobagu (Dinkes Kotamobagu), menyampaikan bahwa metode pengasapan atau foging di dinilai tidak cukup, sehingga Dinkes menawarkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Dikatakan Ahmad Yani, Sekretaris Dinkes Kotamobagu, PSN lebih penting dibanding metode foging . “Pengasapan hanya membunuh nyamuk dewasa, tetapi yang paling penting adalah pemberantasan sarang nyamuk,” katanya. metode foging, lanjut Ahmad, nilai pula kurang baik terhadap Balita, demikian pula Lansia.

Menurut Ahmad Yani, pihaknya sudah melakukan metode PSN di Kotamobagu, dan dinilai efektef. Hal tersebut, lanjut dia, dibuktikan dengan turunnya angka pengidap DBD di Kotamobagu. Metode PSN ini, kata dia, sudah mulai dijalankan sejak  Juli 2016 silam.

PSN ini, terang Ahmad, dapat dilakukan dengan menerapkan metode 3M Plus. Ini merupakan tindakan yamg dilakukan secara teratur untuk memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk Demam Berdarah dengan cara : Menguras, Menutup, dan Mengubur.

Tindakan Menguras meliputi tempat-tempat penampungan air seperti Bak mandi/ WC, tempanyan, ember, vas bunga, tempat minum burung dan lain-lain seminggu sekali. Tindakan Menutup meliputi, semua tempat penampungan air seperti ember, gentong, drum dan lain-lain. Sedangkan tindakan Mengubur meliputi, semua barang-barang bekas yang ada di sekitar rumah yang dapat menampung air hujan.

Sedangkan tindakan Plus adalah tindakan memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk dengan cara membunuh Jentik nyamuk Demam Berdarah di tempat air yang sulit dikuras, dengan menaburkan bubuk Temephos ( abate ) atau Altosoid 2-3 bulan sekali dengan takaran 1 gram abate untuk 10 liter air atau 2,5 gram Altosid untuk 100 litter air. Abate dapat diperoleh / dibeli di Puskesmas atau di Apotik.

Menurut Ahmad, ada pula cara lain yang bisa ditempuh yakni, memlihara Ikan pemakan jentik nyamuk, mengusir nyamuk dengan cara menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kassa jendela dan ventilasi, tidak membiasakan menggantung pakaian di dalam kamar, atau menggunakan  sarung kelambu waktu tidur.

Pemberantasan nyamuk dengan fogging maupun penyemprotan hanya mengusir nyamuk untuk sementara, dan terkadang kurang sehat bagi mereka yang Alergi pada asap fogging ini.

Diterangkannya, metode PSN dapat dilakukan warga dengan tidak membiarkan ada genangan air di got atau selokan. Menguras bak mandi atau tempat penampungan air secara berkala, menimbun kaleng-kaleng bekas, 

Ia juga menghimbau masyarakat agar agar menjaga kebersihan lingkungan masing-masing, sebab lingkungan yang kotor adalah sarang tumbuhnya bibit penyakit, termasuk nyamuk. “Jika masyarakat tidak menjaga kebersihan lingkungannya, masyarakat pula yang akan rugi,” tandasnya.

Sebagai tindak lanjut terhadap peristiwa banjir yang terjadi 4 hari lalu di Kecamatan Kotamobagu Selatan, Dinkes Kotamobagu, kata Ahmad Yani, turun melakukan verifikasi terkait penyakit yang timbul lantaran pasca banjir.

“Proses identifikasi kami lakukan di pemukiman warga yang terkena banjir. Adakah  gejala penyakit yang biasanya timbul pasca banjir, seperti Diare, Ispa, Batuk atau Infelnsa,” ujarnya. (Yudi)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *