bener koran TAHUN INVESTASI ok (1) - Copy banner-kpu
ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

E-Warung Masuk Kotamobagu

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, KOTAMOBAGU – Program Warung Elektronik (e-warung) adalah program yang diluncurkan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI). Ini merupakan bantuan sosial non-tunai yang  mulai merambah 45 kota dan 3 Kabupaten di Indonesia.

Terinformasi, pada tahun 2017 ini, Kemnsos menargetkan program e-warung dapat menjangkau 3 juta penerima yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu tujuan diadakannya program ini adalah untuk menurunkan angka kemiskinan. Oleh karena itu, penyaluran bansos non-tunai ini diharapkan. Seluruh penerima bantuan e-warung adalah peserta Program Keluarga Harapan (PKH).

Kotamobagu adalah salah satu kota di Indonesia yang mendapat persetujuan dari Kemensos melalui proposal yang dikirimkan, mengadakan program e-warung. Disampaikan Muljadi Suratinoyo, untuk Sulawesi Utara, Kotamobagu adalah satu-satunya Sulawesi Utara yang proposalnya disetujui Kemensos RI.

“Ada 6 titik dari 4 Kecamatan di Kotamobagu yang akan menyambut program e-warung. Salah-satunya warung di Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat,” kata Muljadi.

Setiap warung yang akan difasilitasi terkait program e-warung, lanjut Muljadi, akan menerima dana sebesar Rp.30 Juta. Dana ini, terangnya, akan digunakan untuk merehab warung termasuk pengadaan fasilitasnya. Nantinya, lanjut Muljadi, warung ini menjadi tujuan masyarakat miskin untuk berbelanja.

Dijelaskan juga olehnya, kriteria untuk e-warung ini adalah merupakan usaha kelompok. Total dana yang dikucurkan untuk 6 warung di Kotamobagu yang akan dijadikan e-warung adalah Rp. 180 Juta. 

Diterangkan bahwa, masyarakat yang nantinya akan mendapatkan kartu e-warung adalah masyarakat miskin yang terdata sebagai peserta PKH (Program keluarga Harapan).

Sedangkan pemilik atau pengelola warung elektronik ini bertindak sebagai penyalur resmi bantuan pemerintah dan berbadan hukum. Nantinya warung yang dikelola ini akan menjual bahan pangan yang diperlukan masyarakat miskin. Artinya, masyarakat miskin yang terdaftar sebagai peserta PKH. “Jadi masyarakat miskin ini nantinya akan memiliki kartu e-warung untuk dapat mengakses layanan di e-warung.

Muljadi mencontohkan,  proses pembelanjaan di e-warung akan memakai kartu e-warung, yakni ketika membeli gula pasir dan bahan lainnya, masyarakat pemegang kartu tinggal memberikannya ke pihak pengelola e-warung. “Kartu itu lantas digesek seperti kartu kredit yang biasanya dibelanjakan orang di supermarket atau di mall,” kata Muljadi. Ia juga menerangkan,  warga yang sudah mendapatkan kartu e-warung,  tidak bisa menggunakan kartu tersebut ke warung lain.(Yudi)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *