ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Sudah Ada 16 WNA Yang Dideportasi Kantor Imigrasi Kotamobagu

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, KOTAMOBAGU – Sepanjang tahun 2017, sudah 2 Warga Negara Asing (WNA) dideportasi Kantor Imigrasi Kelas III Kotamobagu. Pasalnya, kedua WNA tersebut melakukan pelanggaran setelah masa izin tinggal sudah habis.

Joni Rumagit, SH, selaku Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Kotamobagu, menerangkan kepada media, kasus tersebut terjadi tahun 12 Juli 2016, setelah masyarakat menginformasikan bahwa di Pasar Serasi Kotamobagu, ada 2 WNA berjualan asesoris imitasi.

“Petugas Imigrasi lantas segera turun lokasi mengecek informasi tersebut dan ternyata benar adanya,” kata Joni, Selasa, 18 April 2017.

Ia menambahkan, kedua WNA tersebut langsung diamankan Tim Imigrasi yang dipimpin Melgi Pahibe, Kepala Seksi Insarkom dan Wasdakim Kantor Imigrasi Kotamobagu.

Setelah dilakukan pemeriksaan, lanjut Joni, diketahui kalau Visa kedua WNA tersebut adalah Visa bisnis, dan sudah overstay. “Kepada mereka kita lakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut kemudian dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Kotamobagu. Setelah  dinyatakan P21 atau berkas perkara sudah lengkap, ikut diserahkan barang bukti untuk tahap persidangan,” urai Joni.

Dikatakan kalau Hakim akhirnya memutuskan, kedua WNA asal Cina tersebut masing-masing bernama Zheng shufu (49) jenis kelamin laki-laki, dan Kequng Zhong (46) jenis kelamin perempuan, bersalah karena melanggar Pasal 122 huruf “a” UU Nomor 66 Tahun  2011 tentang Keimigrasian. Oleh Hakim mereka divonis 7 bulan penjara dan denda 5 Juta.

“Kedua WNA tersebut menjalani hukuman di Rutan Kotamobagu. Selanjutnya pada tanggal 3 April 2017, mereka dinyatakan bebas dan langsung dideportasi ke negeri asalnya, Republik Rakyat Cina di Siamen. Kasus ini juga sudah dilaporkanke Duta Besar RRC untuk Indonesia terkait pelaksanaan deportasi dua warganya,” terang Joni.

Ditambahkan olehnya, Kantor Imigarsi bertindak sesuai aturan dan terkait izin yang dikantongi kedua WNA itu sendiri, yang sudah habis. “Dan pihak sponsor juga mengetahui dan memahami aturan yang diterapkan. Seharusnya mereka bertanggung jawab sejak kedatangan dan pemulangan kedua WNA tersebut,” katanya.

Joni juga menjelaskan terkait aturan tentang Rencana Penggunaan Tenaga Asing (RPTA). Termasuk soal izin tinggal yang harusnya semua difilter Kemenaker. Pihak Disnaker juga, lanjut Joni, harus mengawasi karna yang memberikan izin kerja adalah dari Disnaker wilayah. Pihak Imigrasi, lanjut Joni, menghimbau kepada tenaga kerja asing untuk melakukan kegiatan sesuai izin yang dikantongi. “Jika tidak sesuai, maka aturanlah yang akan bicara,” tukasnya.

Informasih yang berhasil dihimpun awak media menyebutkan, sepanjang tahun 2016 sudah ada 16 WNA yang berhasil dideportasi Kantor Imigrasi Kelas III Kota Kotamobagu. Mereka yang dideportasi ituy adalah 15 WNA asal Cina dan 1 WNA asal Filipina. (Yudi)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *