ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

DPRD Keluarkan Rekomendasi Terkait Kisruh Pasar Senggol

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, KOTAMOBAGU – DPRD Kotamobagu akhirnya mengeluarkan rekomendasi resmi yang diteken semua fraksi di DPRD, terkait hasil rapat dengar pendapat (hearing) dengan Aliansi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) dan Pemuda Gogagoman yang dikomandani Sofyan Bede, terkait persoalan Pasar Senggol.

Dalam hearing tersebut, mencuat aspirasi dari APKLI dan Pemuda Gogagoman, agar Pemkot Kotamobagu tidak melarang pendirian Pasar Senggol di Gogagoman, ketika Pemkot memutuskan melalui SK Wali Kota Nomor 77 Tahun 2017, terkait lokasi Pasar Senggol yang ditetapkan berada di Desa Poyowa Kecil dalam musim ramadhan tahun ini.

Pihak APKLI menilai, pemindahan lokasi Pasar Senggol di Desa Poyowa Kecil adalah bentuk diskriminasi dan perampasan pendapatan Pemuda Gogagoman yang sudah 28 tahun ini mengelola tradisi Pasar Senggol setiap musim lebaran.

“Pemindahan lokasi Pasar Senggol ke Poyowa Kecil dan pelarangan pendirian Pasar Senggol di Gogagoman, kami nilai merupakan bentuk diskriminasi Pemkot terhadap warga Gogagoman yang sudah menjaga tradisi Pasar Senggol selama 28 tahun,” kata Sofyan.

Pendemo juga menyampaikan, mereka akan tetap mendirikan Pasar Senggol di wilayah Gogagoman karena banyak warga yang menggantungkan pendapatannya dalam pendirian Pasar Senggol. Pendemo juga meminta agar Polres Bolmong bahkan Dandim 1303, berkenan mengawal pendirian Pasar Senggol berupa lapak dan tenda-tenda jualan di wilayah Gogagoman.

Assisten II Pemkot Kotamobagu, Gunawan Damopolii, dan Kepala Disperindag, Herman Aray, mewakili Pemkot Kotamobagu menyampaikan kepada para pendemo dalam hearing tersebut, keputusan terkait  pemidahan lokasi Pasar Senggol ke Poyowa Kecil adalah bentuk pemerataan ekonomi, sekaligus promosi untuk Pasar Poyowa Kecil. Herman juga menandaskan bahwa keputusan tersebut sudah tertuang dalam SK Walikota Nomor 77 Tahun 2017. Mereka meminta agar warga Gogagoman, terkhusus lagi para pendemo, agar memahami keputusan tersebut. Namun demikian, pendemo tetap bersikeras untuk menggelar PasarS enggol di wilayah Gogagoman.

Sementara itu, sejumlah fraksi di DPRD Kotamobagu bersepakat dan mengeluarkan rekomendasi usai menggelar hearing, yang pada pokoknya menyampaikan, keputusan Pemkot Kotamobagu yang tertuang dalam SK Wali Kota Nomor 77 Tahun 2017 tentang lokasi bazzar ramadhan atau pendirian Pasar Senggol di Desa Poyowa Kecil, tetap dihormati dan dijalankan. Namun demikian, karena keputusan tersebut menuai rasa protes dan rasa ketidak-adilan  di tingkatan masyarakat Gogagoman, maka DPRD akhirnya berkesimpulan dengan mengeluarkan rekomendasi dimana Pemkot diminta memperhatikan kondisi yang terjadi belakangan ini, dengan cara menampung aspirasi masyarakat Gogagoman, kemudian dapat memfasilitasi rencana pendirian Pasar Senggol di Gogagoman sebagaimana yang diinginkan kalangan masyarakat setempat.

“Jadi lokasi Pasar Senggol yang ditetapkan Pemkot, yakni di Poyowa Kecil, silakan tetap dijalankan. Namun demikian karena ini ada aspirasi dari masyarakat Gogagoman termasuk para pedagang kaki lima yang biasa berjualan pada musim labaran, maka Pemkot juga harus memperhatikan aspirasi tersebut dengan cara dapat pula memfasilitasi rencana masyarakat Gogagoman terkait pendirian Pasar Senggol di wilayah mereka,” urai Herry Coloay, Anggota DPRD dari Partai Gerindra melalui sambungan selular mewakili teman-temannya dalam hearing yang berlangsung, Selasa 13 Juni 2017, siang tadi.

Semua Fraksi di DPRD Kotamobagu, secara bersama-sama akhirnya menandatangani rekomendasi tersebut, yang pada pokoknya, meminta Pemkot agar tetap menjalankan Pasar Senggol di Poyowa Kecil sebagaimana sudah diputuskan, sekaligus pula memberi kesempatan kepada APKLI dan Pemuda Gogagoman, mendirikan pula Pasar Senggol di wilayah mereka.

Salah satu yang menjadi pertimbangan semua Fraksi mengeluarkan rekomendasi tersebut adalah, saat ini masih dalam kondisi ramadhan dimana cara-cara damai dapat ditempuh sehingga menghindari terjadi gesekan antara masyarakat dan pemerintah. (Uwn)

BERITA TERKAIT :

1. Pasar Senggol Pindah, Pemuda Gogagoman Berdemo

2. Hanya Ada 1 Pasar Senggol, Jika Ada Yang Lain, Kami Bongkar!

2. Sahaya : Jangan Coba-coba Dirikan Pasar Senggol Tandingan

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *