ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Pasar Senggol Pindah, Pemuda Gogagoman Berdemo

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, KOTAMOBAGU – Buntut dari kebijakan Pemerintah Kota Kotamobagu memindah lokasi Pasar Senggol dari Kelurahan Gogagoman ke Desa Poyowa Kecil, memicu lahirnya protes. Selasa 13 Juni 2017, ratusan pendemo yang menamakan diri dari APKLI (Aliansi Pedagang Kaki Lima Indonesia) menggelar unjuk rasa di kantor DPRD Kotamobagu.

Pendemo yang terdiri dari pemuda Gogagoman dan pedagang kaki lima ini menuntut, bazzar ramadhan atau yang sudah lama dikenal dengan istilah Pasar Senggol, tetap digelar di wilayah Kelurahan Gogagoman.

Ketua DPRD Kotamobagu, Ahmad Sabir,SE, bersama sejumlah anggota DPRD Kotamobagu, menerima pendemo kemudian meminta mereka masuk untuk diadakan rapat dengar pendapat (hearing).  Sofyan Bede, juru bicara pendemo mengatakan dalam hearing yang dipimpin Ketua DPRD Kotamobagu Ahmad Sabir, apa yang diputuskan Pemkot Kotamobagu terkait pemindahan lokasi Pasar Senggol ke Desa Poyowa Besar, adalah bentuk diskriminasi terhadap pemuda dan pedagang kaki lima yang sudah 28 tahun menggelar lapak (Pasar Senggol) saat musim ramadhan di wilayah Kelurahan Gogagoman.

“Pemindahan lokasi Pasar Senggol ke Poyowa Kecil dan pelarangan pendirian Pasar Senggol di Gogagoman, kami nilai merupakan bentuk diskriminasi Pemkot terhadap warga Gogagoman yang sudah menjaga tradisi Pasar Senggol selama 28 tahun,” kata Sofyan.

Pendemo juga menyampaikan, mereka akan tetap mendirikan Pasar Senggol di wilayah Gogagoman karena banyak warga yang menggantungkan pendapatannya dalam pendirian Pasar Senggol. Pendemo juga meminta agar Polres Bolmong bahkan Dandim 1303, berkenan mengawal pendirian Pasar Senggol berupa lapak dan tenda-tenda jualan di wilayah Gogagoman.

Assisten II Pemkot Kotamobagu, Gunawan Damopolii, dan Kepala Disperindag, Herman Aray, mewakili Pemkot Kotamobagu menyampaikan kepada para pendemo dalam hearing tersebut, keputusan terkait  pemidahan lokasi Pasar Senggol ke Poyowa Kecil adalah bentuk pemerataan ekonomi, sekaligus promosi untuk Pasar Poyowa Kecil. Herman juga menandaskan bahwa keputusan tersebut sudah tertuang dalam SK Walikota Nomor 77 Tahun 2017. Mereka meminta agar warga Gogagoman, terkhusus lagi para pendemo, agar memahami keputusan tersebut. Namun demikian, pendemo tetap bersikeras untuk menggelar PasarS enggol di wilayah Gogagoman.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kesepakatan yang dilahirkan. Perwakilan Pemkot Kotamobagu tetap bersikukuh agar pendemo menghormati keputusan Wali Kota Kotamobagu yang tertuang dalam SK Nomor 77 Tahun 2017 tentang Bazzar Ramadhan. Sedangkan para pendemo tetap bersikeras agar Pemkot Kotamobagu tidak melakukan pelarangan terkait pendirian Pasar Senggol di Kelurahan Gogagoman. Pendemo bahkan mengatakan, mereka akan mendirikan Pasar Senggol di wilayah Gogagoman pada Rabu 14 Juni 2017, besok. (Tm/Kon/Yudi/Uwn)

BERITA TERKAIT :

1. Hanya Ada 1 Pasar Senggol, Jika Ada Yang Lain, Kami Bongkar!
2. Sahaya : Jangan Coba-coba Dirikan Pasar Senggol Tandingan
3. DPRD Keluarkan Rekomendasi Terkait Kisruh Pasar Senggol

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *