ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Soal Pasar Senggol, Sahaya : Bukan Datang Untuk Membongkar, Tapi Memberitahukan

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, KOTAMOBAGU – Setelah bentrok dengan massa pro-Pasar Senggol Gogagoman, yang terdiri dari kelompok pemuda dan pedagang kaki lima di Jalan Bolian-asar 23 Maret, Jumat 16 Juni 2017, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Kotamobagu (Satpol-PP Pemkot Kotamobagu), Sahaya Mokoginta, menyampaikan kepada media, kedatangan pasukan Satpol-PP yang dipimpinnya ke lokasi pendirian lapak Pasar Senggol adalah untuk memberitahukan kepada kelompok pemuda Gogagoman dan kelompok Pedagang Kaki Lima supaya menghentikan dulu pendirian Kanopi untuk lapak Pasar Senggol, karena belum mengantongi izin dari pemerintah setempat.


“Saya dan pasukan datang ke lokasi (Jalan Bolian-Pasar 23 Maret), untuk memberitahukan kepada kelompok pemuda Gogagoman dan Pedagang Kaki Lima agar menghentikan dulu secara sementara aktivitas pendirian Kanopi Pasar Senggol, karena aktivitas tersebut belum mengantongi izin secara berjenjang dari pemerintah dan pihak-pihak terkait,” kata Sahaya kepada awak media ARUSUTARA.COM.
Ia bahkan menerangkan, pendiran Kanopi Pasar Senggol di Desa Poyowa Kecil, ikut diminta pihaknya agar dihentikan dulu sementara karena belum juga mengantongi izin.
“Jangankan di Gogagoman, bahkan di Poyowa Kecil pun yang jelas-jelas sudah ada keputusan dari Pemerintah Kotamobagu bahwa disitu merupakan lokasi didirikannya Pasar Senggol, ikut pula kami minta agar aktivitas pendirian kanopi dan lapak-lapak jualannya, dihentikan sementara karena belum mengantongi beberapa izin dari pihak terkait, salah satunya dari Satpolantas,” tambah Sahaya.
Ditegaskan lagi olehnya, nanti apabila pihak pengelola atau pihak-pihak terkait dalam pendirian Pasar Senggol sudah mengantongi izin dari pemerintah setempat, termasuk dari instansi terkait, baru itu aktivitas pendirian Pasar Senggol bisa dilanjutkan. Dengan catatan dapat menjaga ketertiban dan keamanan. Jadi, kata Sahaya, kedatangan pihaknya bukan bertujuan untuk membongkar kanopi Pasar Senggol yang didirikan secara swadaya oleh pemuda dan Pedagang Kaki Lima di Gogagoman, tetapi untuk memberitahukan penghentian sementara sebelum izin dikantongi. Akan tetapi, lanjut Sahaya lagi, kelompok pemuda dan Pedagang Kaki Lima Gogagoman yang terkonsentrasi di Jalan Bolian-Pasar 23 Maret Kotamobagu, tiba-tiba langsung menghadang kedatangan pasukannya hingga berbuntut pada aksi dorong-mendorong, saling kecam, bahkan berdasarkan pantauan awak media, sempat melahirkan sedikit insiden baku pukul di kedua belah pihak meski cepat telerai setelah masing-masing kubu mampu menahan diri.
“Terkait pendirian Pasar Senggol di Poyowa Kecil, saya bahkan sudah mengatakan kepada Herman Aray selaku Kepala Disperindagkop, supaya menghentikan dulu pendirian kanopi Pasar Senggol sebelum semua perizinan dikantongi. Makanya sementara ini pendirian Pasar Senggol di Poyowa Kecil masih dihentikan, dan akan dilanjutkan lagi jika semua izin sudah dikantongi,” terang Sahaya.
Oleh sebab itu, lanjut dia, kedatangan pihaknya yang ikut didampingi Kepala Disperindagkop Kotamobagu, Herman Aray, untuk memberitahukan kepada kelompok pro-Pasar Senggol Gogagoman terkait perkembangan-perkembangan tentang pendirian Pasar Senggol. 

Sahaya juga menanggapi sikap pemuda dan Pedagang Kaki Lima di Gogagoman yang bersikeras mendirikan kanopi untuk Pasar Senggol di wilayah Gogagoman, yakni di Jalan Bolian dan kompleks Pasar 23 Maret. “Terkait hal tersebut (pendirian Pasar Senggol di Gogagoman), tentu ada tahapan-tahapan yang harus dilakuan pihak-pihak terkait,” tandasnya.

Sementara itu, Herman Aray, Kepala Disperindagkop Kotamobagu, membenarkan bahwa izin yang dimaksudkan Kepala Satpol-PP, Sahaya Mokoginta, memang belum semuanya dikantongi, alias masih sedang berproses. “Maka dari itu pendirian lapak Pasar Senggol di Poyowa Kecil, sempat dihentikan karena pengelolanya sedang melakukan pengurusan izin,” terang Herman. Namun demikian, ia juga menyampaikan bahwa pada akhirnya pengurusan izin yang berjalan itu, dapat dikantongi pada Jumat 16 Juni 2017, hari ini.

 “Memang sebelumnya (izin) belum ada. Namun pada hari ini, Jumat 16 Juni 2017, akhirnya semua perizinan yang disyaratkan berhasil dipenuhi. (Yudi)
Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *