ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Sahaya : Jangan Coba-Coba Dirikan Pasar Senggol Tandingan!

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, KOTAMOBAGU – Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kotamobagu (Satpol-PP Pemkot Kotamobagu) memberi dukungan sekaligus penegasan terkait keputusan pemerintah kota tentang izin pendirian lokasi bazzar ramadhan atau lokasi Pasar Senggol pada musim ramadhan tahun ini.

Dikatakan Sahaya Mokoginta, sudah ada keputusan resmi dari Pemerintah Kota Kotamobagu terkait izin dan pendirian lokasi Pasar Senggol pada musim ramadhan tahun ini, sehingga pihaknya wajib mendukung dan mengamankan keputusan tersebut.

Sahaya mengatakan, lokasi Pasar Senggol sudah bukan lagi di Gogagoman melainkan di Desa Poyowa Kecil. Keputusan tersebut, menurutnya, merupakan kewajiban untuk didukung dan diamankan. Terkait dengan itu, Sahaya menegaskan agar tak ada kelompok atau kekuatan dari manapun yang berani mengusik keputusan tersebut karena akan berhadapan dengan pihaknya. 

“Jadi jangan coba mengusik keputusan pemerintah kota. Sudah jelas ada keputusan bahwa bazzar ramadan atau Pasar Senggol sudah digeser ke Poyowa Kecil, bukan lagi di Gogagoman. Ini yang sudah disepakati bersama. Oleh sebab itu mari sama-sama kita hormati keputusan ini, apalagi ini bulan ramadhan,” jelas Sahaya.

Ia menambahkan, jika keputusan itu dilanggar oleh suatu kelompok atau kekuatan dari manapun dengan macam-macam dalih, pihaknya tak akan segan-segan menindak. “Jangan coba-coba mendirikan pasar senggol tandingan karena akan kami bongkar. Sebab sudah jelas sebagaimana keputusan pemerintah, hanya ada satu lokasi pelaksanaan pasar senggol, yakni di Desa Poyowa Kecil,” tegas Sahaya, Jumat 02 Juni 2017.

Sebelumnya Herman Aray selaku Kepala Disperindag Pemkot Kotamobagu, sudah menyampaikan kepada media bahwa keputusan  Pemerintah Kota terkait penunjukan lokasi Bazzar Ramadhan atau Pasar Senggol, sudah bulat di Poyowa Kecil. Dikatakan kalau pemindahan Pasar Senggol ini ke Desa Poyowa Kecil, karena pertimbangan jalur lalu-lintas. “Bayangkan di musim ramadhan, di pusat kota, ditambah lagi ada pasar senggol, mau jalan bagaimana ini kendaraan? Makanya lokasi pasar senggol digeser ke Poyowa Kecil,” kata Aray belum lama ini.

Sahaya Mokoginta juga menambahkan, kondisi pusat kota, pertokoan dan jalur lalu-lintas di Kotamobagu, sudah sangat terbatas dan tidak bisa lagi dijadikan tempat berjualan apalagi didirikan Pasar Senggol yang jelas-jelas memakan badan jalan secara utuh. “Intinya hormati keputusan pemerintah, kalau melanggar ya akan kami tindak,” tandasnya. (Yudi)

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *