ARUSUTARA.COMKlik Untuk Subscribe Fanpage Resmi Arusutara.com

Harga Brenebon Tembus Rp 65 Ribu Per Kilo

Bagikan Artikel Ini:

ARUSUTARA.COM, KOTAMOBAGU – Setelah sebelumnya langka di pasaran pasca Hari Raya Idul Fitri, Kacang Merah atau biasa disebut Brenebon oleh masyarakat Sulawesi Utara, termasuk Kota Kotamobagu, berdasarkan pantauan pasar oleh awak media ARUSUTARA.COM, hari ini, Sabtu 15 Juli 2017, harga Brenebon tembus Rp 65 ribu per kilonya.

Ini berarti naik tiga kali lipat. Karena sebelumnya, harga Brenebon di pasaran per kilonya adalah Rp 20 ribu. Selanjutnya saat bulan ramadan, harga Brenebon menjadi Rp 22 ribu per kilo. Namun stok Brenebon mulai hilang di pasaran saat malam takbir atau sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri jatuh pada tanggal 25 Juni 2017.

Berdasarkan pantauan pasar, 3 hari sesudah Idul fitri 1438 Hijriah, Brenebon memang sudah tidak bisa ditemukan. Di semua Pasar Tradisional yang ada di Kotamobagu, tak ada satu-biji pun Brenebon yang ditemui. “Abis stok,” kata salah seorang pedagang di Pasar Serasi, saat ditemui awak ARUSUTARA.COM, sejak 2 pekan lalu.

Hal yang sama ikut ditemui di Pasar 23 Maret. “Bulum ada stok, so abis dari malam takbir,” (belum ada stok, sudah tidak ada sejak dari malam takbiran), kata pedagang.

Tak hanya di Pasar Serasi dan Pasar 23 Maret, di Pasar Genggulang dan Poyowa, tak ada satupun kios pedagang yang menjajakan Brenebon. “Nyandak ada, disini memang jarang-jarang bajual brenebon. Itu hari ada karna somo dekat hari raya, mar so abis dari masih malam takbir,” kata rata-rata pedagang.

Berdasarkan pantauan pasar, saat ini dejumlah Super Market, Toko, dan Kios di Kotamobagu tak memiliki stok Brenebon

Demikian juga di Toko maupun Super Market terbesar di Kotamobagu, stok Brenebon masih kosong. Ambil contoh di Dragon Swalayan, Paris Super Store, Abdi Karya, maupun di Kios-kios besar. “Yaa, stok kosong. Bulum ada yang maso,” demikian jawaban yang rata-rata ditemui ke pemilik kios maupun karyawan super market.

Namun hari ini, Sabtu 15 Juli 2017, Brenebon yang sudah dua pekan lebih ini sulit ditemukan, tiba-tiba ada. Namun demikian hanya ada satu pedagang yang menjualnya di Pasar Serasi Kotamobagu dengan harga Rp 65 ribu per kilo atau naik 3 kali lipat dari harga sebelumnya.

Dikatakan pedagang, Brenebon memang sudah hilang dipasaran sejak malam takbir atau sehari sebelum Idul Fitri 1438 Hijriah. “Permintaan memang banyak, hingga akhirnya kehabisan stok,” kata pedagang. Apalagi ditambahkannya, pasokan Brenebon dari Palu dan Makassar  belum ada pasca Idul Fitri usai.

“Belum ada pasokan yang biasanya datang dari Makassar dan Palu. Kami juga tidak tahu apa penyebabnya,” kata pedagang.

Saat ditanya, dari mana ia memperoleh Brenebon yang kini dijualnya, pedagang mengatakan kalau kebetulan ada kolega bisnis yang baru saja memanen Brenebon di Kabupaten Minahasa pada Kamis 13 Juli 2017. “Ada petani yang baru memanennya 2 hari lalu. Stoknya memang tidak begitu banyak, dan jujur ukuran bijinya lebih kecil dibanding pasokan dari Palu dan Makassar,” kata pedagang di Pasar Serasi. Dialah saat ini satu-satunya pedagang yang punya stok Brenebon. (Uwin)

 

Bagikan Artikel Ini:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *